Mengenangmu
|
T
|
aburan
bunga menghiasi tempatmu bersandar.Setangkai bunga mawar,menjadi saksi
kesetianku padamu. Nama yang dulu terukir didalam hatiku sekarang berpindah
pada batu nisan ini.Mungkin hanya kau yang tau mengapa sampai saat ini aku
masih sendiri,dan mungkin kau juga tau mengapa air mata ini terus mengalir saat
aku mengenangmu. Kau tinggalkan ku begitu cepat. Masihku ingat caramu
meninggalkanku.
Hari itu saat rintik hujan menemani
langkah kami untuk berjalan-jalan ditaman, aku tahu bahwa kau sudah tidak kuat
lagi dengan penderitaanmu di dunia ini. Penyakit yang menggrogoti tubuhmu kini
sudah menggambil alih semua yang kau miliki. Dan saat itu kau tunjukan hal yang
sangat pedih bagiku.
“Aku nanti
ingin pergi ke toko itu, aku ingin beli mawar”
“Tapi kamu
masih sakit, nanti aku saja yang beli “
“Dokterkan
udah ngomongkan tadi, aku udah sembuh, cuman belum seluruhnya aja”
“Iya itu
artinya kamu masih sakit”
“Terserahlah,
aku ingin pergi ke toko itu”
Tatapan
matanya seolah menyuruhku untuk tetap diam. Andaikan kau tau, kau sangat
berharga dihatiku. Rasa khawatir yang selalu datang menghampiriku tak
henti-hentinya hilang malah semakin menjadi-jadi. Sampai saat ini kau belum
mengerti juga tentang perasaanku selama ini. Kau masih saja menganggapku
sebagai seorang teman dekat. Sampai kapan kau menganggapku sebagai sahabat ?
aku ingin, kau dan aku menjadi sepasang kekasih dan aku berjanji akan selalu
menjagamu, tapi semuanya runtuh karena ada sebuah tembok penghalang yang
bernama persahabatan. Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita untuk bersama. Tapi
aku yakin suatu saat nanti Tuhan akan menakdirkan kita untuk menjadi sepasang
kekasih.
Lepas dari semua itu terdengar suara
yang sangat keras membuyarkan lamunanku, serentak aku menoleh kearah kanan.
Ternyata ada kecelakaan, mataku melirik kekanan dan kekiri.Dimana Rani ?,karena
air hujan berhenti menetes mungkin dia sedang berjalan-jalan untuk menikmati
udara segar pikirku. Sempat ku tanya Bapak tua yang sedang berjualan buah
didekatku.
“Ada apa Pak ?”
“Ada kecelakaan Nak”
“Kecelakaan apa ?”
“Truk
itu menabrak seorang wanita yang sedang menyeberang, karena saking kencangnya
tabrakanpun tidak bisa dihindarkan”
“Seorang
wanita ?”
Sebelum Bapak tua itu menjawab lagi aku
langsung berlari sekencang mungkin mendekati sekumpulan orang-orang yang ada
disana. Rani, ternyata benar Rani yang telah menjadi korban. Pada waktu itu
bibir kecilnya memanggil-manggil namaku langsung aku mendekatinya dan ku
sandarkan dia ditubuhku.
“Joko..”
“Iya Rani”
“Maafkan aku selama ini”
“Maaf untuk apa kau tak pernah membuat
kesalahan selama ini”
“Aku selalu merepotkanmu”
“Tidak, kau tidak merepotkanku”
“Joko…”
“Iya Rani”
“Aku…”
Ku saksikan tubuh Rani yang telah berlumur
darah. Kenapa semua ini harus terjadi kepada orang yang aku cintai ? Kenapa
bukan aku saja ? tetesan air mata ini tak terbendung lagi saat kau
menghembuskan nafas terakhir. Saat kematianmu sebelum kau menutup mata ini
untuk selama-lamanya aku melihat sebuah pelangi dimatamu yang ditemani senyuman
darimu untukku. Mungkin Tuhan menakdirkan kita untuk berpisah Rani ,tapi
disuatu tempat disurga nanti akan ku ungkap isi dihatiku saat ini, dan biarkan
ku simpan rasa ini sampai aku bertemu kau disurga.
Sebulan sebelum kepergian Rani. Dia
melulis surat untukku yang dititipkannya kepada kakak perempuannya, untuk
diberikan kepadaku. Aku disuruh membacanya didepan keluarga Rani. Perlahan ku
buka selembar kertas itu
Untuk Joko. Joko maafkan aku selama ini
jika aku sering merepotkanmu, aku menulis surat ini untukmu karena ada sebuah
pesan yang ingin ku sampaikan padamu sebelum aku meninggal karena kanker yang
telah menggrogoti hampir seluruh tubuhku .Dan apabila aku masih hidup aku ingin
kau mengerti akan pesan yang ku sampaikan ini ,Joko sebenarnya aku mencintaimu.
Ternyata dia mencintaiku, ternyata
sebelum dia menutup mata dia ingin mengatakan bahwa dia mencintaiku. Semua
keluarganya memandangku dengan tatapan sinis, mungkin karena Rani mencintaiku
dan aku tidak bisa menjaganya. Terdengar suara Neneknya Rani sedang duduk
dikursi tua itu
“Kau
sekarang bagian dari keluarga kami Nak, karena Rani telah memilihmu menjadi
kekasihnya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar